SEJARAH PRODI

Program Studi Proteksi Tanaman, Jurusan Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, yang selanjutnya disebut Prodi Proteksi Tanaman FP UNIB, lahir pada tanggal 11 Mei 2016 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No 197/KPT/1/2016.  Prodi Proteksi Tanaman FP UNIB merupakan reinkarnasi dari Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan FP UNIB yang telah berdiri sejak 23 Februari 1998 berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud RI No 50/DIKTI/Kep/1998 yang kemudian berada dalam nauangn Jurusan Perlindungan Tanaman sejak 15 Maret 2006 berdasarkan SK Menteri Pendidikan Nasional RI No 36/D/O/2006.  Sejak 1998 itulah Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan FP UNIB menyelenggarakan pendidikan program Sarjana.

Selanjutnya, berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No 294/D/T/2010 tanggal 18 Maret 2010 tentang penggabungan program studi bidang pertanian, maka sejak 1 Januari 2008  Prodi Agronomi, Ilmu Tanah dan Ilmu Hama Penyakit Tumbuhan digabung menjadi Prodi Agroekoteknologi.  Di dalam Prodi Agroekoteknologi terdapat 3 minat, yaitu minat Agronomi, Tanah, dan Hama Penyakit Tumbuhan.  Oleh karena itulah, sejak tahun 2008, dosen Jurusan Perlindungan Tanaman menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mahasiswa Prodi Agroekoteknologi Minat Hama dan Penyakit Tumbuhan.

Berdasarkan saran, masukan, dan rekomendasi  dari stakeholders, terutama pengguna lulusan,  maka sejak 2012, dosen Jurusan Perlindungan Tanaman berusaha terus untuk mengaktifkan kembali Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan dengan mengajukan proposal pengaktifan kembali Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan ke Kementerian Pendidkan Nasional.  Pada tanggal 11 Mei 2016 lahir kembali Prodi Hama dan Penyakit Tumbuhan dengan nomenklatur baru, yaitu Prodi Proteksi Tanaman dengan dasar Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia No 197/KPT/1/2016.